Langsung ke konten utama

REMBUK STUNTING KESELURUH DESA

K
Kecamatan Tanjung
27 Jul 2023 01:302 menit bacaSumber: legacy-cms

Tanjung - Rembuk Stunting Ke Desa-Desa.

        Pentingnya Masalah Stunting untuk di sampaikan agar masyrakat mengetahui tentang stunting ini. jadi stunting itu adalah Permasalahan gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam rentang yang cukup waktu lama, umumnya hal ini karena asupan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Permaslahan stunting terjadi mulai dalam kandungan dan baru akan terlihat ketika anak sudah menginjak usia dua tahun.

Apa Penyebab Stunting ialah:

  1. Kurang gizi kronis dalam waktu lama
  2. Retardasi pertumbuhan intrauterine
  3. Tidak cukup protein dalam proporsi total asupan kalori
  4. Perubahan hormon yang dipicu oleh stres
  5. Sering menderita infeksi di awal kehidupan seorang anak.

Perkembangan stunting adalah proses yang lambat, komulatif dan tidak berarti bahwa asupan makanan saat ini tidak memadai. kegagalan pertumbuhan mungkin terjadi di masa lalu seseorang.

Gejala Stunting dapat dilihat dari:

  1. Anak berbadan lebih pendek untuk anak seusianya
  2. Proporsi tubuh cenderung normal tetapi anak tampak lebih muda/kecil untuk usianya
  3. Berat badan rendah untuk anak seusianya
  4. Pertumbuhan tulang tertunda

Mencegah Stunting

Diakibatkan oleh asupan gizi yang kurang, mencegah Stunting tentu dapat dilakukan dengan memenuhi kebutuhan gizi yang sesuai. Namun, yang menjadi pertanyaan adalah, bagaimana jalan yang paling tepat agar kebutuhan gizi dapat tercukupi dengan baik?

Dampak Stunting umumnya terjadi karena diakibatkan oleh kurangnya asupan nutrisi pada 1.000 hari pertama anak. Hitungan 1.000 hari di sini dimulai sejak janin sampai anak berusia 2 tahun.

Jika pada rentang waktu ini, gizi tidak dicukupi dengan baik, dampak yang ditimbulkan memiliki efek jangka pendek dan efek jangka panjang. Gejala stunting jangka pendek meliputi hambatan perkembangan, penurunan fungsi kekebalan, penurunan fungsi kognitif, dan gangguan sistem pembakaran. Sedangkan gejala jangka panjang meliputi obesitas, penurunan toleransi glukosa, penyakit jantung koroner, hipertensi, dan osteoporosis.

Oleh karena itu, upaya pencegahan baiknya dilakukan sedini mungkin. Pada usia 1.000 hari pertama kehidupan, asupan nutrisi yang baik sangat dianjurkan dikonsumsi oleh ibu hamil. Tidak hanya untuk mencukupi kebutuhan nutrisi dirinya, asupan nutrisi yang baik juga dibutuhkan jabang bayi yang ada dalam kandungannya.

Lebih lanjut, pada saat bayi telah lahir, penelitian untuk mencegah Stunting menunjukkan bahwa, konsumsi protein sangat mempengaruhi pertambahan tinggi dan berat badan anak di atas 6 bulan.

Anak yang mendapat asupan protein 15 persen dari total asupan kalori yang dibutuhkan terbukti memiliki badan lebih tinggi dibanding anak dengan asupan protein 7,5 persen dari total asupan kalori.

Anak usia 6 sampai 12 bulan dianjurkan mengonsumsi protein harian sebanyak 1,2 g/kg berat badan. Sementara anak usia 1 – 3 tahun membutuhkan protein harian sebesar 1,05 g/kg berat badan. Jadi, pastikan si kecil mendapat asupan protein yang cukup sejak ia pertama kali mencicipi makanan padat pertamanya.


Bagikan

Trending

Berita Terpopuler

Yang paling banyak dibaca pembaca akhir-akhir ini

Lihat Semua
  1. 01
    Umum·3 tahun yang lalu

    SOSIALISASI PENYESUAIAN TARIF AIR MINUM TAHUN 2022

  2. 02
    Umum·2 tahun yang lalu

    Rapat Alokasi dana Desa 2023

  3. 03
    Umum·2 tahun yang lalu

    Bupati Tabalong Menerima Penghargaan Green Leadership Nirwasita Tantra

  4. 04
    Umum·2 tahun yang lalu

    Memeriahkan Hari Kemerdekaan RI yang Ke 78

  5. 05
    Umum·2 tahun yang lalu

    NAPAK TILAS DALAM RANGKA MEMERIAHKAN HUT RI Ke 78